Memiliki ide untuk membuat produk herbal sendiri kini menjadi peluang yang menarik bagi pemilik bisnis maupun calon pengusaha. Namun, membuat produk tidak berhenti pada menentukan nama dan desain kemasan. Ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum produk masuk ke tahap produksi.
Di sinilah jasa maklon herbal dapat menjadi salah satu pilihan bagi pemilik brand yang ingin mengembangkan produk tanpa harus membangun fasilitas produksi sendiri. Melalui kerja sama dengan perusahaan maklon, proses pengembangan produk dapat dilakukan bersama pihak yang memiliki fasilitas dan keahlian di bidangnya.
Putro Kinasih, misalnya, menyediakan layanan untuk pengembangan produk herbal melalui proses konsultasi, formulasi, pengujian, produksi, hingga packaging dan delivery. Perusahaan ini juga menawarkan dukungan OEM dan ODM untuk pengembangan brand herbal.
Sebelum memilih layanan maklon produk herbal, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu. Berikut tujuh hal yang dapat menjadi panduan.
1. Tentukan Jenis Produk Herbal yang Ingin Dibuat
Hal pertama yang perlu dipikirkan adalah jenis produk yang ingin dikembangkan.
Produk herbal memiliki banyak bentuk dan kategori. Misalnya, produk dapat dikembangkan dalam bentuk kapsul, cairan, balsem, minyak, atau bentuk lainnya sesuai dengan konsep dan kebutuhan pasar.
Menentukan bentuk produk sejak awal akan membantu proses diskusi dengan pihak maklon. Anda juga dapat menjelaskan gambaran produk yang diinginkan, mulai dari bentuk, fungsi, target pengguna, hingga karakter produk.
Putro Kinasih sendiri menampilkan berbagai produk herbal dalam portofolionya, termasuk kapsul herbal, balsem, madu, minyak, dan produk perawatan lainnya.
Karena itu, sebelum melakukan konsultasi, sebaiknya sudah memiliki gambaran awal mengenai produk yang ingin dikembangkan.
Tidak harus langsung mengetahui formula secara detail. Ide dasar mengenai produk justru dapat menjadi titik awal untuk berdiskusi mengenai pengembangan dan formulasi.
2. Kenali Target Pasar Produk
Setelah menentukan jenis produk, langkah berikutnya adalah memahami siapa calon konsumennya.
Target pasar akan memengaruhi banyak keputusan dalam pengembangan produk herbal, mulai dari bentuk produk, ukuran kemasan, harga, hingga cara komunikasi brand.
Sebagai contoh, produk yang ditujukan untuk keluarga tentu memiliki pendekatan yang berbeda dengan produk yang menyasar konsumen dewasa atau kebutuhan tertentu.
Dengan mengetahui target pasar sejak awal, proses pengembangan produk dapat menjadi lebih terarah. Pihak maklon juga dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan yang ingin dijawab melalui produk tersebut.
Selain itu, memahami calon konsumen membantu pemilik brand menentukan positioning. Apakah produk ingin dikenal sebagai produk herbal untuk kebutuhan sehari-hari, produk dengan konsep tradisional, atau memiliki pendekatan yang lebih modern?
Semakin jelas konsepnya, semakin mudah pula pembahasan produk dilakukan pada tahap berikutnya.
3. Siapkan Konsep Produk dan Formula
Ide produk kemudian perlu diterjemahkan menjadi konsep yang lebih jelas.
Pada tahap ini, Anda dapat mendiskusikan bahan yang diinginkan, karakter produk, bentuk sediaan, serta tujuan pengembangan produk bersama pihak maklon.
Dalam proses jasa maklon herbal, formulasi merupakan salah satu bagian penting karena formula menjadia dasar dari produk yang akan dikembangkan.
Putro Kinasih mencantumkan tahap Development and Formulation, termasuk layanan OEM dan ODM. Dalam skema OEM, produk dapat dikembangkan berdasarkan desain dan spesifikasi brand, sedangkan ODM mencakup pengembangan desain produk dan formulasi.
Artinya, calon pemilik brand tidak selalu harus datang dengan formula yang sudah sepenuhnya jadi. Yang lebih penting adalah memiliki konsep dan kebutuhan produk yang jelas untuk kemudian dibahas bersama tim pengembangan.
4. Pertimbangkan Pengujian dan Kualitas Produk
Produk herbal yang akan dipasarkan tentunya perlu memperhatikan kualitas dan persyaratan yang berlaku.
Karena itu, pengujian menjadi bagian yang tidak sebaiknya dilewatkan dalam proses produksi.
Putro Kinasih mencantumkan tahap Testing and Validation dalam proses maklonnya. Tahap tersebut mencakup pengujian produk untuk memastikan stabilitas, efektivitas, dan kesesuaian dengan standar kualitas yang diperlukan.
Selain pengujian, kualitas juga perlu diperhatikan sejak pemilihan bahan hingga produk selesai diproduksi. Putro Kinasih menjelaskan bahwa proses quality control diterapkan mulai dari pemilihan bahan baku sampai pemeriksaan akhir produk.
Bagi pemilik brand herbal, memahami bagian ini sejak awal penting agar ekspektasi terhadap produk dapat disesuaikan dengan proses pengembangannya.
Jangan hanya berfokus pada tampilan kemasan atau konsep pemasaran. Kualitas produk tetap menjadi bagian utama dari pengembangan sebuah brand.
5. Siapkan Identitas Brand Sejak Awal
Produk yang bagus membutuhkan identitas yang mudah dikenali.
Sebelum masuk ke tahap produksi, sebaiknya pemilik bisnis mulai menyiapkan nama brand, konsep visual, desain logo, serta karakter komunikasi yang ingin digunakan.
Identitas tersebut nantinya dapat diterapkan pada kemasan produk.
Persiapan ini juga membantu proses diskusi dengan pihak maklon, terutama ketika produk menggunakan skema OEM yang dikembangkan berdasarkan spesifikasi dan identitas brand.
Putro Kinasih sendiri menyebut bahwa layanan mereka ditujukan untuk membantu pengembangan brand herbal, termasuk melalui layanan OEM dan ODM.
Jadi, sebelum produksi dimulai, sebaiknya sudah ada gambaran mengenai bagaimana produk tersebut ingin dikenal oleh konsumen.
6. Tentukan Kemasan dan Informasi Produk
Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung produk. Kemasan juga menjadi salah satu bagian penting dari identitas sebuah brand.
Pertimbangkan ukuran, bentuk, material, desain, dan informasi yang perlu dicantumkan pada kemasan.
Pada tahap ini, Anda dapat berdiskusi dengan pihak maklon mengenai pilihan kemasan yang sesuai dengan produk.
Putro Kinasih mencantumkan Packaging and Delivery sebagai bagian dari proses setelah produksi. Mereka menjelaskan bahwa proses tersebut mencakup pengemasan serta pengiriman produk untuk menjaga kualitas hingga sampai ke tujuan.
Karena itu, pembahasan mengenai kemasan sebaiknya tidak ditunda sampai produk selesai dibuat. Semakin awal konsep kemasan dipersiapkan, semakin mudah proses pengembangan produk secara keseluruhan.
7. Pilih Partner Maklon yang Sesuai
Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah memilih partner maklon yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Jangan hanya mempertimbangkan harga produksi. Perhatikan juga pengalaman, fasilitas, proses pengembangan, kemampuan formulasi, pengujian, kontrol kualitas, hingga dukungan setelah produksi.
Fasilitas produksi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena akan berkaitan dengan kemampuan produsen dalam menangani kebutuhan produk.
Putro Kinasih menyatakan bahwa mereka memiliki fasilitas produksi modern dengan standar yang mereka sebut bersertifikasi BPOM dan GMP, serta mencantumkan sertifikasi halal dan kesiapan ekspor pada situs resminya.
Selain fasilitas, komunikasi juga penting. Partner maklon yang dapat memahami konsep produk dan kebutuhan brand akan membantu proses pengembangan berjalan lebih terarah.
Karena itu, sebelum memutuskan kerja sama, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu. Jelaskan konsep produk, target pasar, kebutuhan produksi, dan rencana brand secara terbuka.
Kesimpulan
Menggunakan jasa maklon herbal dapat menjadi pilihan bagi bisnis yang ingin mengembangkan produk herbal dengan brand sendiri tanpa harus membangun fasilitas produksi dari awal.
Namun, prosesnya tetap membutuhkan persiapan. Mulai dari menentukan jenis produk, memahami target pasar, menyiapkan konsep dan formula, memperhatikan pengujian, membangun identitas brand, menentukan kemasan, hingga memilih partner produksi yang sesuai.
Dengan persiapan yang lebih matang, proses produksi produk herbal dapat dilakukan dengan arah yang lebih jelas.
Bagi calon pemilik brand, langkah pertama tidak harus langsung memikirkan produksi dalam jumlah besar. Anda dapat memulai dengan menyusun ide produk dan kebutuhan brand, kemudian mendiskusikannya bersama perusahaan maklon untuk mengetahui tahapan pengembangan yang diperlukan.
Putro Kinasih sendiri menyediakan layanan pengembangan dan produksi produk herbal, termasuk konsultasi, formulasi, testing, produksi, serta packaging dan delivery.
Dengan konsep produk yang jelas dan partner produksi yang sesuai, pengembangan brand herbal dapat dimulai dengan persiapan yang lebih terarah.